35,10,0,50,1
25,600,60,0,3000,5000,25,800
90,150,1,50,17,30,50,2,70,12,1,50,2,1,1,5000
1,2,1,0,2,40,15,5,2,1,0,15,0,1
MOU dengan UNHAS
MOU dengan UNHAS
Winner
Winner
Nampi
Nampi
Pelatihan
Pelatihan

Selamat Datang di Kondoran

in beranda
17. 09. 16
posted by: Administrator
Hits: 389

Pusat Pembinaan dan Pelatihan (Pusbinlat) Kondoran Gereja Toraja adalah salah satu pusat latihan dan pembinaan yang berdiri sebagai buah dari kehadiran Pusat Pelatihan Motivator Nasional di Cikembar pada 1972 – 1986.coba.jpg

Sejak 1983 beberapa Pusbinlat Motivator didirikan di beberapa tempat di Indonesia, dan Pusbinlat Motivator Kondoran merupakan salah satu yang tetap bertahan hingga saat ini. Gereja Toraja melalui Pengurus Pusat Persekutuan Wanita Gereja Toraja (PP-PWGT) memprakarsai berdirinya Pusat Pelatihan Motivator di Toraja yang berawal di desa Buntu Marinding dengan pelatihan motivator wanita. Sejak tahun 1986 hingga saat ini, Pusat Pelatihan Motivator berlokasi di Kondoran, Desa Sangalla, telah menamatkan 4000 motivator, yang berasal dari 5 gereja anggota PGI Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara.

Menurut Direktur Pusbinlat Kondoran, Ruth Beslar, pendirian Pusbinlat Motivator awalnya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun melihat dinamika sosial politik yang semakin berkembang, terutama menyangkut keutuhan bangsa, sejak 1996 strategi pelaksanaan program diubah dengan

menjadikan perdamaian sosial sebagai bagian dari program. Hingga saat ini Kondoran memiliki  program pemberdayaan masyarakat, perdamaian sosial dan lingkungan hidup.

Usaha-usaha memelihara alam dan lingkungan melalui pertanian organik sudah lama dilakukan oleh Kondoran jauh sebelum isu perubahan iklim hangat dibicarakan. Pengurangan plastik dan memanfaatkan sampah plastik untuk hal lain yang berguna juga telah lama dipraktekkan.

Seiring merebaknya isu perubahan iklim, Kondoran mengintegrasikan seluruh programnya untuk mengurangi risiko akibat perubahan iklim. Mereka membentuk Sekolah Lapang Iklim Kopi yang kegiatannya dilaksanakan di gereja dan ladang-ladang penduduk.

Tujuan pendirian sekolah ini adalah meningkatkan pengetahuan petani tentang iklim, meningkatkan kemampuan mengantisipasi iklim ekstrim, membantu petani untuk menyusun perencanaan usaha taninya sesuai dengan kondisi iklim. Materimateri yang dipelajari bersama para “siswa” terdiri dari prakiraan musim, pemanfaatan data historis pertanian yang dihubungkan dengan kondisi iklim, antisipasi iklim ekstrim, pola tanam dan rotasi tanam, pengendalian hama dengan menggunakan data iklim dan pertanian organic. Siswa sekolah ini adalah para petani. Terjadinya iklim ekstrim di Indonesia menyebabkan penurunan produksi hasil pertanian, khususnya kopi, sebagai produk unggulan di wilayah Tana Toraja.

0
0
0
s2smodern
powered by social2s